Obsesi kalau menilik artinya di Encarta dictionary (maaaaf belum punya kamus besar bahasa Indonesia) adalah suatu ide ataupun perasaan yang memenuhi pikiran di kepala. Tangi mikir kuwi, turu ngimpi kuwi, nang ngendi-endi kok kepikiran kuwi, that is called obsession.
La terus apa hubungannya dengan knitting?
Bermula dengan tidak ditemukannya syal yang agak tebelan dikit di sekitar Jogja (yah nyari2 tokonya juga rada ga niat sih :p) akhirnya diri ini dipertemukan dengan saudari-saudari yang gemar bikin prakarya. Mereka dulunya bikin macam2 kerajinan dengan teknik renda (bros, gantungan kunci, dslb) dan baru minggu2 terakhir ini mereka beralih haluan ke teknik rajut. Melihat kesempatan belajar merajut (baca bikin scarf sendiri, hopefully ga pake mahal), akhirnya nekat beli alatnya dan benang wool.
Dengan bantuan mbaknya teman yang kuliah di Biotek sy diberitahu teknik-teknik dasarnya, model yang diajarkan masih yang paling dasar juga. Baru ketika pulang dan mengepo di depan laptop, dapat berbagai info soal knitting.
Untuk super ultra beginner macam saya situs ini lumayan mudah dimengerti, http://www.queenofdiy.com/stitchery/knitting-beginners-guide.html
Kalau butuh step by step disertai video, situs ini solusinya :
http://stacienaczelnik.hubpages.com/hub/How-to-Knit-a-Scarf---An-Illustrated--Step-by-Step-Guide
Secara garis besar cara merajut:
1. Membuat simpul awal (slip knot namanya)
2. Casting on (membuat pinggirannya rajutan)
3. Mulai knitting (ada dua metode, knit stitch dan purl stitch, merajut biasanya mengkombinasikan 2 metode itu, tapi buat super ultra beginner macam saya baiknya belajar satu pola dulu dah :p)
Practice makes perfect
Status scarf rajutan hari ini : panjang 30-an cm
Rencana cadangan klo ga jadi scarf : buat mbuntel laptop
Tidak ada komentar:
Posting Komentar