Tiba-tiba bermimpi, suatu saat presiden Indonesia berdiri di depan seluruh rakyat Indonesia dan berkata, "Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, saya memohon kesediaan kalian untuk bekerja bersama saya dalam mempertahankan Indonesia, saya memohon kesediaan kalian untuk menerima kenaikan harga BBM dan listrik, karena subsidi keduanya akan dihapuskan, saya memohon kepada kalian agar menerima keputusan pemerintah untuk berkonsentrasi menghapus utang 3000 triliun itu terlebih dahulu, agar anak cucu kita kelak tak perlu menanggungnya lagi."
"Selain itu, saya meminta pejabat aparatur negara, baik yudikatif, legislatif, maupun eksekutif untuk menerima dan memberi makan keluarganya dengan uang halal, dengan gaji yang legal diberikan kepada kalian, saya memohon kesediaan kalian untuk mundur bila merasa tidak bisa melaksanakan amanat ini karena konsekuensi korupsi setelah pidato ini jauh lebih berat dibanding hukuman ecek-ecek di masa lalu."
" Saya memohon agar budaya malu kembali tumbuh di benak kita masing-masing, malu untuk berbuat salah, bukan malu kalau ketahuan berbuat salah. Malu untuk meminta-minta, bila kapasitas diri masih bisa untuk berusaha. Malu untuk berleha-leha, bermalas-malasan dan tak maksimalkan potensi diri."
"Saya memohon agar seluruh rakyat Indonesia bekerja sama dan berusaha dalam kapasitasnya masing-masing untuk mencapai tujuan besar, kebangkitan Indonesia. Dua ratus tiga puluh juta adalah jumlah yang besar, ketika ke-230 juta rakyat Indonesia bersatu dalam tujuan yang sama, insya Allah kebangkitan itu bukan mimpi tak tergapai, lihatlah berlian, seluruh atom karbon tersusun rapi membentuk heksagonal, tidak ada sedikit pun yang membentuk struktur lain, karena itulah dia berharga. Tapi seperti halnya atom-atom karbon yang harus pasrah menerima tekanan dan suhu yang luar biasa tinggi di perut bumi untuk menjadi berlian, kita harus mengalami saat-saat yang sulit sebelum mengalami saat kesuksesan. Akan ada saat-saat berat dalam menuju cita-cita besar ini, sabar dan tawakkal menjadi kunci. Dan janganlah menyerah atau takut, sesungguhnya dalam Allah SWT selalu membersamai cita-cita yang mulia, insya Allah."
Sekian
Tret ini agak terpengaruh status yang dibaca kemarin siang, mengenai penghapusan subsidi dan utang. Kalau dilihat cukup sederhana, dengan penghapusan subsidi, bisa membayar utang negara dalam 7 tahun, masih sisa 100 trilyun malah. Tapi agaknya mustahil dilakukan di periode sekarang, mengingat elektebilitas partai Demokrat yang terjun bebas, kebijakan super non-populis kayak gini sama saja dengan bunuh diri, belum lagi kalau mengkaji dampak luasnya di masyarakat. Wow, horor.
Tapi sayangnya (eh, untungnya) pemerintah berjanji belum akan menaikkan harga BBM (kemungkinan) sampai pemilu 2014 kelar, yah kayanya asal Israel ga main serang ke Iran deh (yang menyebabkan harga minyak dunia naik).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar